Blogroll

Alat Musik Perkusi

Rabu, 25 Oktober 2017



Keluarga Percussion atau dalam bahasa Indonesia ‘Perkusi’, adalah kategori alat musik
yang memiliki anggota terbanyak. Perkusi adalah jenis alat musik yang dimainkan
dengan cara dipukul, dikocok, atau digesek.
Menjadi pemain perkusi tidak semudah apa yang terlihat, karena membutuhkan
banyak pengalaman dan latihan agar suara yang dihasilkan dari alat musiknya dapat
sesuai dengan keharmonisan orkestra. Seorang pemain perkusi harus mampu
mengontrol kekuatan dan ketepatan dalam membunyikan alat musiknya.
Beberapa alat musik perkusi memiliki nada dan suara yang dapat membunyikan not seperti
pada alat musik lain, contohnya alat musik perkusi Xylophone, Timpani atau Piano.
Namun beberapa alat musik perkusi tidak memiliki nada, contohnya alat musik Cymbals,
Bass Drum, dan Castanets.
Alat musik perkusi bertanggung jawab dalam menentukan ritme dan ketukan dalam
sebuah aransemen. Berbeda dengan musisi lain dalam sebuah orkestra, pemain perkusi
terkadang bertanggung jawab untuk memainkan beberapa alat musik sekaligus.
Alat musik jenis perkusi yang paling umum digunakan dalam sebuah orkestra antara
lain : Timpani, Xylophone, Cymbals, Triangle, Snare Drum, Bass Drum, Tambourine,
Maracas, Gong, Chimes, Celesta dan Piano.
Timpani
Timpani merupakan alat musik paling penting di keluarga perkusi. Timpani berbentuk
seperti drum besar, namun ia begitu unik karena dapat disetel untuk berada pada nada
tertentu sehingga dapat digunakan sebagai ritme maupun instrumen melodik.
Timpani menjembatani suara yang dihasilkan oleh Double Bass dan percussion, karena ia
mampu mengeluarkan suara dan nada yang menggabungkan drum dan Double Bass.
Pada jaman dahulu, Timpani hanya berbentuk seperti mangkuk besar yang ditutup dengan
kulit sapi atau kambing diatasnya. Berbeda dengan Timpani yang digunakan sekarang
ini yang telah memiliki ‘bingkai’ dan pedal, ia pun bisa berdiri dengan kokoh.
Pemain Timpani dapat mengubah nada yang dikeluarkan dengan cara menginjak pedal
agar membuat penutup yang terbuat dari kulit (atau plastik) tersebut lebih renggang
ataupun tegang. Tingkat kerenggangan dari kulit penutup ini yang menentukan tinggi
rendahnya nada pada Timpani.
Umumnya pada sebuah orkestra, terdapat empat buah Timpani dengan berbagai ukuran
yang dimainkan oleh satu musisi.
Xylophone
Xylophone sebenarnya berasal dari Asia dan Afrika, tetapi nama xylophone sendiri
berasal dari bahasa Yunani yang berarti “suara hutan” (wood sound). Pertama kali
diperkenalkan pada tahun 1874 pada saat seorang komposer asal Perancis, Camille
Saint-Saëns, menghadirkan karyanya berjudul Danse Macabre, yang bertujuan
untuk menghadirkan suara tulang dan tengkorak kematian.
Xylophone adalah satu set perkusi yang terbuat dari kayu dengan posisi tersusun secara
paralel. Cara memainkannya adalah dengan dipukul menggunakan tongkat pemukul.
Xylophone adalah alat perkusi yang memiliki nada.
Xylophone modern yang digunakan saat ini terbuat dari kayu yang disusun menyerupai tuts
piano. Bagaimana suara yang dikeluarkan oleh Xylophone juga dapat ditentukan
dengan alat pemukul yang digunakan. Jika kepala pemukulnya keras, suaranya akan tajam,
namun jika pemukulnya terbuat dari bahan lembut, suaranya pun akan terdengar lebih
lembut.
Ada beberapa alat musik yang serupa dengan Xylophone dan juga termasuk dalam
keluarga perkusi. Alat musik tersebut antara lain : Marimba (Xylophone yang berukuran
lebih besar), Vibraphone, dan Glockenspiel.
Dalam sebuah orkestra biasanya seorang musisi Xylophone juga memainkan Glockenspiel,
yang merupakan versi kecil dari Xylophone.
Cymbals
Cymbals adalah jenis alat musik perkusi yang berbentuk seperti piring yang sangat
lebar, umumnya terbuat dari bahan perunggu (bronze). Kadang Cymbals disebut
sebagai alat musik yang menghasilkan suara paling ‘berisik’ dalam sebuah orkestra
karena suaranya yang nyaring dan keras, tanpa perlu ada tune atau setelan nada.
Cymbals sendiri terdiri dari beberapa ukuran, dimana semakin besar ukurannya, semakin
rendah suara yang dihasilkan. Cara memainkannya yaitu bisa dengan saling
membenturkan dan menggesekkan dua buah Cymbals secara bersamaan, ataupun
dengan menggunakan tongkat (mallet). Berbagai cara dan trik memainkan Cymbals yang
dikuasai oleh seorang musisi dapat memberikan aksen yang bagus dalam sebuah orkestra.
Umumnya hanya dibutuhkan satu pemain Cymbals dalam sebuah orkestra, dimana
ia pun memainkan alat musik perkusi lainnya.
Triangle
Triangle seperti namanya yang berarti segi tiga, memiliki bentuk segi tiga. Terbuat dari
bahan besi yang agak tebal dan jika dipukul menggunakan tongkat besinya, ia mengeluarkan
suara tinggi seperti dentingan.
Awal mula Triangle adalah dari alat musik jenis folk (folk instrument), dan mulai menjadi
salah satu anggota keluarga alat musik orkestra sekitar tahun 1710 (Hamburg Opera).
Triangle memiliki beberapa ukuran dan ketebalan, dimana ukuran inilah yang menentukan
suara yang dikeluarkan.
Snare Drum
Snare Drum merupakan sebuah drum berukuran agak kecil yang terbuat dari kayu
maupun tembaga, dan penutupnya terbuat dari kulit sapi atau plastik. Snare Drum memiliki
kabel dari baja atupun plastik sebagai tali senar, yang membuat suaranya menjadi unik
karena menghasilkan suara seperti adanya detakan.
Mirip dengan alat musik jenis perkusi lainnya, cara memainkan Snare Drum adalah
dengan dipukul dengan tongkat pemukul (drumstick). Dapat juga menggunakan tongkat
kuas dan rute untuk suara yang lebih lembut.
Posisi memukul, cara memukul dan bagaimana kekuatan yang dikeluarkan oleh pemain
Snare Drum, menentukan bagaimana kualitas suara yang dikeluarkan.
Bass Drum
Bass Drum atau dalam bahasa Indonesia disebut Drum Bass, merupakan jenis drum
dengan ukuran diameter yang sangat besar, bahkan yang terbesar dalam jenisnya.
Suara yang dihasilkan adalah nada rendah yang memberikan aksen pada nada bas.
Bentuk dan bahan dasarnya mirip dengan Snare Drum, namun tidak menggunakan ‘snare
atau kabel - kabel disekitarnya. Bass Drumtidak memiliki nada atau melodi.
Cara memainkannya dengan dipukul dengan menggunakan tongkat pemukul dengan bahan
kepala yang keras ataupun lembut. Tongkat pemukul, teknik, dan kekuatan yang
disalurkan saat memukul Bass Drum menentukan bagaimana suara yang dihasilkan,
entah suara yang keras menggelegar ataupun suara lembut dan dalam.
Umumnya hanya terdapat satu Bass Drum dalam sebuah orkestra yang dimainkan oleh
seorang musisi, berbarengan dengan alat musik perkusi lain yang mungkin ia pegang.
Chimes
Chimes sebenarnya jika diartikan secara harafiah berarti lonceng. Namun yang dimaksud
disini adalah alat musik dalam keluarga perkusi yang memiliki bunyi seperti
deringan dan beberapa lonceng dengan nada tinggi.
Chimes sendiri sudah ada sejak 3000 tahun lalu, tapi baru mencapai daratan Eropa pada
abad ke 11. Pada awalnya, Chimes umum digunakan sebagai lonceng jam.
Chimes sendiri terbuat dari bahan logam berbentuk panjang dan kecil-kecil yang disusun
sejajar, dalam posisi digantung. Cara membunyikannya adalah menggunakan sebuah
tongkat kecil dengan cara disentuh ataupun dipukul.
Tubular Bells
Tubular Bells adalah alat musik dalam keluarga perkusi yang masih punya hubungan
dekat dengan Chimes. Suara yang dihasilkan pada dasarnya mirip seperti bel gereja.
Tubular Bells pertama kali dikenal pada tahun 1886 di Inggris.
Tubular Bells terbuat dari bahan logam yang berbentuk tabung-tabung dengan ukuran
diameter sekitar 30-38mm. Semakin panjang ukurannya, semakin rendah nada yang
dihasilkan. Suara yang dihasilkan sangat jelas dan memiliki resonansi yang baik.
Piano
Piano adalah salah satu alat musik yang paling umum dan dikenal oleh semua orang. Piano
masuk dalam kategori perkusi berdasarkan cara memainkannya yang memukul atau
menekan tuts piano, namun pada dasarnya ia juga memiliki karakteristik alat musik string
(karena memiliki string/senar), namun cara memainkannya tidak dengan dipetik ataupun
digesek seperti alat musik string yang umum.
Piano memiliki total 88 tuts, yang masing-masing mengeluarkan nada berbeda dari sangat
rendah hingga sangat tinggi. Dalam sebuah orkestra, umumnya Piano yang memimpin
suatu harmoni, dan seringkali menjadi pemain solo.
Alat musik yang memiliki cara kerja seperti Piano sebenarnya sudah ada sejak tahun 1440.
Namun yang merupakan masa penting dalam sejarah Piano, adalah 19 Mei 1768, dimana
Henry Walsh memberikan pertunjukan solo Piano di Dublin, disusul dua minggu
kemudian di Thatched House, St. Jame’s Square, London, Christian Bach
(yang merupakan anak dari J.S Bach) memberikan pertunjukan Piano, menggunakan
Square Piano.
Umumnya hanya ada satu Piano dalam orkestra. Dalam orkestra modern, seringkali
peranan Piano diganti dengan keyboardelektrik.
This Website is dedicated to Mr. Addie MS in celebrating the 25th Anniversary of Twilite
Orchestra (1991 - 2016)

0 komentar: