Blogroll

SENANDUNG DARI BATAS NEGERI - Kegiatan Seniman Mengajar

Jumat, 23 Juni 2017

Cover Catatan & Laporan Hasill Kegiatan Seniman Mengajar

    BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Program Seniman Mengajar adalah sebuah program yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk para seniman Indonesia yang ingin bertransformasi, berkolaborasi, dan berbagi ilmu kepada masyarakat/komunitas/sanggar yang berada didaerah predikat 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) di Indonesia. Pada intinya maksud dan tujuan dari program seniman mengajar ini adalah, untuk menjalin kerjasama, dan menambah wawasan terhadap masyarakat yang ada didaerah 3T, sehingga terjadi peningkatan kualitas dan penguatan identitas terhadap seni budaya mereka. Dengan begitu, seni budaya Indonesia bisa tetap bertahan ditengah derasnya arus perkembangan zaman sekarang. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan sebagai garda terdepan bidang seni budaya Indonesia, mempunyai program yang sangat bagus untuk penguatan identitas seni budaya local sehingga masyarakat adat yang ada diwilayah 3T merasa diperhatikan terhadap pemerintah pusat. Meskipun begitu, program seniman mengajar ini hanya sebagai program “mengawali” bersama para seniman Indonesia, selebihnya pemerintah daerah yang akan meneruskan dari program seniman mengajar ini dengan format kegiatan yang mungkin sama ataupun berbeda sesuai tingkat kebutuhan masyarakat local.  

B.     Maksud Dan Tujuan
Penulis membuat catatan/laporan ini dengan maksud dan tujuan untuk melaporkan dan memberikan catatan tentang hasil kegiatan Program Seniman Mengajar ini kepada pihak penyelenggara yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan. Agar pihak kementerian mengetahui seberapa besar perkembangan seni budaya local dalam konteks sekarang, dan apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk pelesetarian seni budaya mereka. Sehingga pihak kementerian mempunyai kelengkapan data terhadap pelestarian dan pengembangan bidang seni budaya untuk wilayah predikat 3T.

C.    Manfaat
Manfaat dari program seniman mengajar ini sangat dirasakan sekali oleh masyarakat setempat, khususnya wilayah Desa Duarato Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu NTT, tempat saya bertugas menjalankan program seniman mengajar ini. Mereka sangat antusias dan semangat untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Sampai terjadi peningkatan jumlah peserta dari target yang ditetapkan oleh pihak kementerian ataupun desa. Meskipun begitu, kegiatan seniman mengajar ini tetap berjalan lancar. Dan salah satu manfaat yang sangat dirasakan oleh masyarakat desa setempat adalah, rasa kepedulian lahir kembali terhadap generasi muda desa untuk mempelajari dan mempertahankan seni budaya local, khususnya bidang seni musik agar kekuatan identitas desa tetap terjaga. Selain itu pemerintah daerah melalui kepala dinas seni budaya Belu juga ikut merasakan manfaatnya dari kegiatan ini. Pihak pemerintah setempat sangat berterimakasih kepada para seniman sebagai perwakilan pihak kementerian, dengan adanya kegiatan seniman mengajar ini, mereka menjadi termotivasi untuk membuat kegiatan serupa untuk masyarakat lokal khusunya masyarakat wilayah kabupaten Belu, NTT.

D.    Sasaran
Secara umum sasaran fokus utama yang kita lakukan didesa tersebut adalah menggali, menemukan, dan mengembalikan seni budaya lokal yang telah lama hilang tergerus zaman. Khususnya bidang seni musik, saya dan para peserta langsung mengidentifikasi dan observasi apa yang harus kita kembangkan dan pelajari kembali kesenian musik yang sudah ada. Akhirnya ada 2 hal yang menjadi fokus uatama kami dibidang seni musik yaitu, mengembangkan seni musik vocal (choir) yang sudah ada dan mengkolaborasikannya dengan alat musik tradisional ataupun modern. Dan kemudian ketemulah 4 lagu tradisional local yang berjudul Lolan Gol, Oras Loro Malirin, Bae Sonde Bae, Bolelebo, dan satu lagu nasional Indonesia yang berjudul Bangun Pemuda Pemudi untuk menjadi materi belajar/latihan. Selain itu ada juga alat musik tradisional yang bernama Teberay (sejenis perkusi untuk mengiringi tari tradisional Likuray), gong kecil, dan suling, yang akan dikolaborasikan dengan alat musik modern seperti keyboard, gitar, bass, dsb untuk menjadi musik pengiring. Fokus utama ini kami beri judul “Senandung Dari Batas Negeri” sebagai judul pertunjukkan hasil dari proses belajar.  



BAB II
PERSIAPAN

A.   Konsep Kegiatan & Agenda
Para seniman yang lolos seleksi wajib membuat sebuah konsep kegiatan yang salah satunya adalah membuat rancangan bahan materi pengajaran. Para seniman dibekali pengetahuan dan pembekalan (training) oleh pihak kementerian selama 3 hari di Jakarta. Output dari hasil pembekalan tersebut adalah pematangan bahan materi pengajaran yang sebelumnya sudah dibuat oleh para seniman. Sehinggga ketika pelaksanaan kegiatan dimulai, para seniman sudah tahu apa yang harus dilakukan disana. Berikut penyusunan bahan materi pengajaran bidang seni musik yang sudah saya buat setelah proses training, mencakup materi pengajaran, observasi, dan agenda kegiatan :  
1. Rancangan Bahan Pengajaran - Seniman Mengajar I 2017

2. Rancangan Bahan Pengajaran - Seniman Mengajar I 2017

3. Rancangan Bahan Pengajaran - Seniman Mengajar I 2017
           Waktu yang ditentukan oleh pihak kementerian untuk program seniman mengajar ini ada 20 hari. Dengan rincian 2 hari untuk kedatangan dan kepulangan tim seniman, dan 18 hari untuk proses belajar sampai menghasilkan sebuah karya pertunjukkan. Durasi belajar yang ditentukan oleh kementerian kurang lebih antara 8 – 10 jam. Kenyataannya para seniman bekerja full satu hari selama 18 hari sampai acara presentasi hasil belajar. Dikarenakan antusiasme masyarakat desa terhadap kegiatan seniman mengajar ini sangat tinggi, sehingga para seniman pun dengan senang hati bekerja tak mengenal waktu supaya kegiatan ini berjalan sukses dan lancar. Lagi pula, idealnya untuk kegiatan residensi seniman semacam ini tidak memungkinkan hanya terbatas 18 hari, banyak yang mengatakan minimal 6 bulan. Tetapi kami tim seniman memahami pertimbangan dari kementerian, maka dari itu ketika dilapangan kami bekerja tak mengenal waktu agar program seniman mengajar diwilayah kabupaten Belu NTT berjalan lancar dan sukses sesuai target yang dicapai. 

           Bahan materi pengajaran yang kami buat hanya menjadi acuan untuk bekerja. Karena pada faktanya, tim seniman pun tidak mengetahui kondisi rill dilapangan seperti apa dan kebutuhannya apa secara specific. Maka dari itu, bahan materi pengajaran yang sudah dibuat oleh para seniman ini akan menyesuaikan kembali sesuai kondisi dan kebutuhan dilapangan. Berkat pengalaman masing masing para seniman, akhirnya kami bisa menyesuaikan kondisi dilapangan sehingga kegiatan seniman mengajar berjalan lancar di desa duarato. Bahkan hasil dari observasi saya bidang seni musik, masyarakat (peserta belajar) mendapatkan ilmu sesuatu yang baru yang sebelumnya mereka tidak dapatkan. Karena selama ini mereka hanya tahu musik sebatas bernyanyi dan bermain secara dasar, lebih dari itu mereka belum mengetahui secara luas.



BAB III
PELAKSANAAN

A. Tempat Dan Waktu
            Program kegiatan seniman mengajar yang saya jalankan ini berada diwilayah Kabupaten Belu NTT tepatnya di Desa Duarato Kecamatan Lamaknen, kurang lebih sekitar 3 – 4 jam dari Bandara Kota Atambua. Untuk menuju kesana kita harus melewati jalanan terjal dan perbukitan. Apalagi saat ini pemerintah pusat dibantu pemerintah daerah sedang mengerjakan proyek perbaikan jalan diwilayah tersebut, sehingga perjalanan untuk menuju kesana terkadang tersendat karena adanya proyek jalan. Listrik pun konon katanya baru ada dua tahun belakangan diwilayah tersebut, itupun belum merata. Sehingga kalau kita menuju kesana belum ada penerangan jalan yang maksimal. Potensi Alam Desa Duarato umumnya hasil perkebunan seperti jagung, kopi, kemiri, pinang, kelapa, dan kapuk. Desa Duarato sendiri berjarak kurang lebih 1 km berbatasan dengan Negara tetangga yaitu Timor Leste. Desa Duarato terkenal dengan desa susah air, sehingga masyarakat setempat ketika membutuhkan air harus pergi ke desa tetangga yang berjarak kurang lebih 2 – 3 km untuk menimba air dan membawanya kerumah masing masing. Mak tak jarang, tiap masing masing rumah memiliki tangki air untuk menampung air sebagai kebutuhan MCK.

            Waktu kegiatan belajar hampir setiap hari dimulai dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Kecuali hari minggu terkadang kelas belajar libur karena para peserta umumnya pergi ke gereja untuk beribadah. Tempat yang kita jadikan sebagai kelas belajar ada dibalai desa, lapangan sekolah, kelas sekolah, dan kantor desa. Untuk kelas musik sendiri, saya kebagian di tempat balai desa. Disana saya dan peserta melakukan kegiatan belajar dan latihan musik untuk persiapan acara. Tiap hari dimulai jam 10 kegiatan kelas musik sudah dimulai. Diawali dengan kelas musik sesi pertama untuk anak anak, yang kebutuhannya untuk belajar alat musik, membaca not balok, dan sebagainya. Kemudian pada jam 1 siang, kelas musik sesi ke 2 dimulai. Kelas musik yang ke dua inilah yang akan dipersiapkan untuk presentasi hasil belajar kegiatan belajar. Pesertanya campuran mulai dari anak anak, dewasa, sampai para orang tua yang ingin ikut belajar musik.

B.  Peserta
            Secara umum latar belakang dari para peserta kegiatan seniman belajar ini yang ada didesa durato adalah anak anak usia sekolah (SD – SMA), dewasa, dan para orang tua. Profesi mereka ada yang dari pelajar, guru, kepala sekolah, pekerja, dsb. Khususnya bidang seni musik, pesertanya kebanyakan dari anak anak, remaja, dan orang tua. Salah satu peserta special bidang seni musik adalah berprofsesi sebagai Romo disalah satu gereja yang ada didesa tersebut. Peserta seni musik sendiri berjumlah kurang lebih 50 orang yang tergabung dari 4 desa, selain desa duarato sendiri sebagai tuan rumah. Meskipun peserta berjumlah banyak, pada kenyataannya ketika proses belajar jumlahnya pasang surut, kadang berkurang, kadang sesuai. Karena mereka sendiri ada keterbatasan kegiatan bekerja, sekolah, dan mencari nafkah. Tetapi tidak menjadi penghalang mereka untuk tetap semangat mengikuti kegiatan belajar. Bahkan, ada yang rela berjalan kaki kurang lebih 1 – 2 km karena lokasi rumahnya bukan didesa durato. Meskipun begitu, mayoritas mereka tetap semangat mengikuti kegiatan belajar ini sampai selesai waktunya.

C.    Implementasi Bahan Ajar/Proses Pembelajaran
            Secara kondisi dilapangan, rancangan bahan pengajaran yang sudah dibuat sebelumnya sangat berguna untuk menjadi acuan para seniman. Meskipun jika dipersentasekan, 60 persen hasil eksplorasi dilapangan dan 40 persen hasil dari konsep yang sudah dibuat dijakarta. Maka dari itu secara otomatis proses pembelajaran pun juga ikut berubah dari yang saya buat sebelumnya. Salah satu contoh mengenai waktu belajar untuk bidang seni musik. Awalnya saya buat dengan waktu normal jam kerja antara jam 9 – 5 sore, tetapi pada kenyataannya kelas musik sendiri bisa sampai tengah malam. Dikarenakan antusias peserta dan keterbatasan peserta karena ada kegiatan pekerjaan ataupun lainnya. Selain itu materi pembelajaran pun juga berubah karena menyesuaikan kondisi kebutuhan para peserta. Salah satu contoh materi belajar  yang saya buat adalah mengenalkan musik secara teori notasi balok dan praktek pada instrument musik. Tetapi pada kenyataannya teori notasi balok hanya sampai pada tahap dasar saja (pengenalan), karena kebanyakan peserta mengiginkan langsung belajar alat musik. Dan waktu belajar juga terbatas yang hanya sampai 18 hari. Tetapi secara umum, target pencapaian dari bahan ajar yang saya buat sudah tercapai yaitu presentasi hasil belajar dengan konsep pertunjukkan karya musical “Senandung Dari Batas Negeri”. Dan para peserta pun merasa senang dan bangga ddengan hasil pencapaian tersebut.

D. Kendala
            Secara umum tidak ada kendala yang sangat signifikan sehingga mengganggu proses kegiatan pembelajaran. Hanya saja dari sisi tekhnis ada kendala yang saya hadapi bersama tim. Salah satu contoh kendala adalah pemadaman aliran listrik secara tiba tiba, dikarenakan adanya proyek pengerjaan jalan menuju desa sehingga menyebabkan aliran listrik menjadi padam. Tetapi untungnya pihak desa mempunyai genset (penyimpan listrik portable) sehinga kendala tersebut cepat teratasi. Selain itu ada juga kendala air untuk mandi, buang air besar, dll sangat susah didesa tersebut. Sehingga saya dan tim seniman harus menghemat air seperlunya saja supaya stok yang ada mencukupi sampai kegiatan program selesai. Dan untungnya kami pun secara tim sudah terbiasa dan berpengalaman dengan kondisi wilayah yang kering air, sehingga kendala tersebut bisa kami atasi bersama. Diluar itu tidak ada kendala yang menyebabkan proses pembelajaran terhambat. Saya dan tim seniman lain sudah bisa langsung berorientasi dan beradaptasi dengan wilayah dan masyarakat sekitar. Sehingga kami bisa langsung meminimalisir segala kendala yang ada.



                                                                        BAB IV
KESIMPULAN & LAMPIRAN

A.  Rekomendasi Dan Usulan
            Pengalaman dari kegiatan program seniman mengajar ini sangat berharga buat saya sebagai pelaku bidang seni musik. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari sisi seni budaya local, bahkan sampai pelajaran tentang hidup pun juga ada disana. Maka dari itu saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pihak kementerian pendidikan dan kebudayaan melalui direktorat kesenian, direktorat jenderal kebudayaan karena dengan adanya program seniman mengajar ini, saya sebagai pelaku seni dan masyarakat local sebagai peserta belajar mendapatkan impact yang sangat luar biasa. Berkat adanya program ini, saya bisa mengeksplorasi lagi kesenian dan budaya Indonesia yang begitu banyak. Dan saya pun juga terjalin kerjasama kedepannya dengan masyarakat desa duarato bahkan kepala dinas seni budaya Belu untuk bersama sama mengembangkan kesenian musik local agar tetap eksis dan dikenal oleh banyak orang. Maka dari itu, dengan pertimbangan pengalaman diatas perlu adanya saya memberikan sebuah rekomendasi dan usulan kepada pihak kementerian sebagai berikut :

1.      Program seniman mengajar ini penting untuk dipertahankan karena sesuai yang dibutuhkan masyarakat khususnya daerah predikat 3 T. Dengan catatan mungkin alangkah lebih bagus berganti nama bukan lagi seniman mengajar. Karena konotasi mengajar seolah – olah menitik beratkan kepada seseorang yang tahu segalanya. Fakta yang terjadi dilapangan adalah, seniman dan para peserta belajar bahkan seniman local berkolaborasi bersama untuk menggali, menemukan, dan mengembalikan seni budaya local yang telah hilang oleh arus zaman.
2.      Kegiatan belajar dari program seniman mengajar ini harus ada tindak lanjutnya. Karena yang namanya pendidikan harus bersifat berkesinambungan. Tidak bisa hanya sebatas adanya program. Meskipun kelanjutan dari kegiatan ini menjadi tanggung jawab pemerintah setempat, tetapi pihak kementerian tetap bertanggung jawab untuk mengkoordinasikannya kepada pemda setempat. Karena pada kenyataanya, masyarakat setempat menginginkan adanya sebuah wadah atau sanggar seni untuk tempat mereka belajar dan mengembangkan seni budaya mereka sendiri.
3.      Kedepannya agar program seniman mengajar ini bisa mengjangkau wilayah seluruh Indonesia yang berpredikat 3 T. Supaya identitas seni budaya Indonesia tetap terjaga dan terjadi regenerasi antar seniman.



B.   Documentasi Kegiatan

I.    Foto & Video Documentasi
     Untuk dokumentasi foto dan video saya meminta toleransi waktu kepada pihak kementerian, dikarenakan masih dalam tahap proses pengeditan. Untuk sementara saya hanya bisa mengirimkan gambar cover dvd saja. Akan saya lampirkan dalam berkas laporan ini.


Cover Box DVD - Documentasi Kegiatan Seniman Mengajar I 2017

Cover DVD - Documentasi Kegiatan Seniman Mengajar I 2017


II. Kliping Media Online
Untuk kliping media online saya akan memberikan lampiran link beberapa media yang meliput kegiatan seniman mengajar di desa duarato kecamatan lamaknen kabupaten Belu NTT. Berikut Link media online :

           Demikian catatan dan laporan kegiatan ini saya buat untuk melengkapi prosedur yang ada di pihak kementerian. Besar harapan saya laporan ini menjadi bahan evaluasi bersama agar kedepannya program seniman mengajar ini bisa menjadi lebih baik lagi. Terimakasih! Salam Budaya!


Download PDF version : 

0 komentar: